Lulus S1 Pendidikan Kini Tak Bisa Langsung Ngajar

Mulai tahun 2013, seluruh lulusan sarjana pendidikan tak lagi bisa langsung mengajar. Mereka harus lebih dulu mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama satu tahun.

Pendidikan profesi ini seperti sarjana kedokteran sebelum menjadi dokter. Mereka harus lebih dulu menempuh pendidikan profesi dokter selama setahun.

"Secepatnya tahun depan, PPG sudah harus diberlakukan bagi lulusan sarjana pendidikan," kata Prof Luthfiyah, penanggung jawab program PPG dari Unesa, Jumat (24/8/2012).

Meski lulusan S1 Kependidikan tersebut nantinya hendak menjadi guru tidak tetap (GTT) di sebuah sekolah, mereka tetap harus ikut PPG. Saat ini, program PPG ini terus disosialisasikan. Unesa dan beberapa kampus pencetak guru mendapat kepercayaan ini.

"PPG nanti tak hanya diwajibkan bagi calon guru. Mereka yang saat ini sudah berprofesi guru pun harus mengikuti PPG setahun. Bagi yang guru, saat ini sudah mulai berjalan," tambah Luthfiyah.

PPG ini semacam Diklat penuh. Selama setahun, mereka kembali mendapat bekal pengajaran secara profesional. Bahkan, mereka juga harus kembali praktik mengajar di kelas. Setelahnya, akan ada ujian kelulusan PPG.

"Untuk guru bidang studi, mereka menempuh pendidikan profesi ini selama setahun. Namun untuk pendidikan PGSD dan PGTK, PPG cukup enam bulan," lanjut Luthfiyah.

Pendidikan profesi ini rencananya berbeasiswa. Selama setahun, mereka berhak atas tunjangan hidup dan berasrama. Meski demikian, saat ini ada sejumlah daerah menyelenggarakan PPG mandiri dan berbayar bagi calon guru.

Surya Online

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Pendidikan dengan judul Lulus S1 Pendidikan Kini Tak Bisa Langsung Ngajar. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://bisidamuda.blogspot.com/2012/08/lulus-s1-pendidikan-kini-tak-bisa.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Bisidamu

1 Komentar untuk "Lulus S1 Pendidikan Kini Tak Bisa Langsung Ngajar"

  1. .
    bagus buat kualitas guru sekolah tapi jangan dijadikan ajang terselubung untuk memeras para guru loh ...
    Laporkan ke Depdikbud kalo ada oknum yg memeras biaya pendidikan guru ini.

    ReplyDelete