Inilah Cerita Teman dapat THR



Suatu pagi dimana matahari mulai menampakkan sinar lembutnya. Situasi kantor sudah sangat ramai oleh celotehan pegawai - pegawai. Kebetulan saya lagi ada piket, jadi harus datang pagi - pagi dan pulang paling akhir. Tidak disangka - sangka, saat saya melihat ke jendela, nampak sahabat lama saya sedang membawa motor bututnya dengan jalan kaki karena bocor. Saya menyapa kemudian memberi tahu letak bengkel tambal ban yang terdekat. Sambil menunggu ban yang ditembel selesai, kami ngobrol - ngobrol ringan.

Teman saya ini dulu di SMA terkenal dengan kepintaran dan kecerdikannya hingga ia dijuluki si Einstein Junior. Memang benar, selain pandai dalam hal pelajaran, ia juga taat beribadah, apalagi ibadah bulan suci, ia yang paling rajin Sholat Dhuha di Masjid sekolah. "Jangan pernah memisahkan antara Ilmu Duniawi dan Akhirat" katanya dulu yang sampai sekarang masih saya ingat. Setelah tanya kabar, kerjaan dan sebagainya, ia mulai menceritakan kejadian lucu yang ia alami di bulan Ramadhan 1433 H ini.

Suatu saat ia sedang bermain tebak - tebakan dengan bos-nya. Di ruang kerjanya yang ditempati oleh beberapa pegawai lainnya. "Bos kelihatan murung?" tanya seorang pegawai kepada bos-nya itu. "Saya bingung harus memberikan THR tambahan ini kepada siapa?" kata si  bos. THR tambahan adalah THR yang diberikan hanya kepada satu pegawai yang paling unggul, sehingga semua pegawai akan berlomba bekerja sebaik -baiknya agar mendapat THR tambahan itu. Kemudian salah satu pegawai memberikan usul agar bos membuat sebuah atau dua buah pertanyaan yang jika jawabannya memuaskan akan diberikan THR tambahan itu kepadanya.

Satu buah pertanyaan diberikan olehnya, kemudian para pegawai berfikir keras untuk memecahkannya. Tidak ada satupun yang bisa menjawab. Seluruh pegawai menyerahkan pertanyaan tersebut pada teman saya.
“Bos, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang bos maksudkan?” Tanya teman saya ingin tahu. “Aku mempercayaimu untuk menemukan jawaban dari 2 teka teki yang selama ini aku sendiri belum tahu jawabannya.” Kata Bos.
“Bolehkah saya mengetahui kedua teka teki itu Bos?”
“Baiklah, seperti pertanyaan yang aku samapaikan kepada pegawai - pegawai lainnya, yang pertama, sebenarnya dimana batas jagat raya yang diciptakan Allah SWT?” Tanya Bos.

“Didalam pikiran Bos.” Jawab teman saya tanpa sedikitpun mempunyai perasaan ragu. “Bos!” lanjut teman saya, “Ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Allah SWT di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu dimana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas.”

Bos mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan teman saya yang masuk akal. Kemudian Bos melanjutkan teka - teki yang kedua.
“Pertanyaan yang kedua, manakah yang lebih banyak jumlahnya? Bintang - bintang di langit ataukah ikan ikan di lautan?”
“Ikan ikan di lautan.” Jawab teman saya dengan tegas.
“Bagaimana kau bisa langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?” Tanya bos heran.

“Bos, bukankah kita semua tahu bahwa ikan - ikan itu setiap hari ditangkap dalam jumlah yang sangat besar, namun begitu, jumlah mereka tetap saja banyak, seolah - olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang - bintang itu tidak pernah rontok satupun, jumlah mereka juga banyak.” Jawab teman saya meyakinkan.

Seketika itu bos merasa tidak ragu - ragu lagi untuk memberikan THR itu kepada temna saya. Begitulah cerita singkat yang diceritakan oleh teman saya. Entah benar atau hanya ingin membuat saya kagum saya tidak tahu, yang pasti saya merasa terhibur dan tambal ban-nya selesai. Saya kembali kerja, sedang teman saya juga kembali menuju kantornya.


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Lomba dengan judul Inilah Cerita Teman dapat THR. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://bisidamuda.blogspot.com/2012/08/inilah-cerita-teman-dapat-thr.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Bisidamu

Belum ada komentar untuk "Inilah Cerita Teman dapat THR"

Post a Comment