Marinir AS Pun Menggunakan Linux



Amerika Serikat ternyata menggunakan sistem operasi Linux untuk salah satu peralatan militernya. Menurut laporan yang dikutip dari Ubergizmo, negeri Paman Sam tersebut rela mengeluarkan uang sebesar $28 juta USD untuk menginstal OS Linux di landasan helikopter.

Untuk menginstal OS Linux tersebut, pihak Amerika Serikat menggandeng sebuah perusahaan kontraktor bernama Raytheon. Langkah ini pun diambil setelah insiden yang menimpa Creech Air Force Base di Nevada. Dalam kejadian tersebut, sistem keamanan terbukti dijangkiti oleh sebuah malware yang berpotensi untuk mencuri data – data rahasia. Tidak ada penjelasan mengapa Linux dipilih sebagai alternatif sistem operasi pengganti. Namun, dengan fungsi sebagai sistem keamanan yang cukup krusial, tentu pihak Amerika Serikat menganggap bahwa OS Linux merupakan sistem operasi yang dapat diandalkan.

Lebih lanjut, pihak Amerika Serikat hanya menginstal OS Linux tersebut untuk satu model VTOL (vertical take-off and landing) helikopter, yakni MQ-8B Fire Scout. Helikopter ini merupakan sebuah helikopter tanpa awak yang digunakan untuk melakukan pemantauan. Helikopter ini dilengkapi dengan kemampuan untuk berjalan secara otomatis dan bahkan untuk mendarat di lokasi yang kurang memungkinkan.

Dalam kontrak kerja sama dengan Raytheon, pihak Amerika Serikat akan memberikan transisi pada software sistem kontrol taktis yang dimiliki oleh MQ-8B Fire Scout. Peran helikopter ini pun cukup berjasa bagi pihak Amerika Serikat. Terbaru, helikopter ini mampu mendekteksi adanya pengiriman obat – obatan ilegal yang terjadi di Karibia.

Sumber: Sidomi

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Linux / other dengan judul Marinir AS Pun Menggunakan Linux. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://bisidamuda.blogspot.com/2012/07/marinir-as-pun-menggunakan-linux.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Bisidamu

Belum ada komentar untuk "Marinir AS Pun Menggunakan Linux"

Post a Comment