Perangi pembajakan software dari diri kita sendiri

Cara yang cukup ekstrim untuk mengurangi pembajakan adalah dengan mengganti sistem operasi prorietary (Windows, Mac) dengan sistem operasi yang berbasis pada Free Open Source System atau yang biasa dikenal dengan sistem operasi terbuka. Keuntungan dari sisi ekonomis yang ditawarkan oleh sistem operasi ini adalah sifatnya yang murah (bahkan gratis), di mana pengguna sistem operasi ini tidak perlu membayar lisensi untuk menggunakannya. Keuntungan lainnya berkaitan dengan masalah etika. Dengan menggunakan sistem operasi opensource, kita dapat dengan bebas meminjamkan ataupun menggandakan dan membagikan ISO / CD / DVD instalasinya tanpa harus dicap sebagai seorang pembajak. Dan bagi rekan-rekan yang berkecimpung dalam dunia Teknologi Informasi, dengan menggunakan opensource sebagai sistem informasi, kita diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mempelajari kode program yang membangun dan menjadikan sistem informasi ini bisa berjalan dengan baik. Dengan kata lain, kita bisa berkesempatan tidak hanya menjadi seorang pengguna dari suatu sistem operasi, tetapi juga sebagai seorang pembelajar atau mungkin malah akan bertahap ke arah pengembang dari suatu sistem operasi.

Tapi penggantian sistem operasi dalam suatu lingkungan kerja maupun lingkungan akademik seringkali mendapat penolakan yang cukup keras. Kondisi ini dapat dimaklumi mengingat sudah sedemikian tergantungnya kita pada sistem operasi prorietary. Hal ini dapat disiasati dengan tetap menggunakan sistem operasi prorietary tanpa perlu menggantinya dengan sistem operasi opensource, hanya saja aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya sedikit demi sedikit mulai diganti dengan aplikasi-aplikasi yang berada di bawah lisensi open source yang bersifat free atau gratis.

Contohnya, dari sekian banyaknya aplikasi yang terdapat dalam sebuah komputer, sebenarnya ada dua buah aplikasi yang paling sering digunakan. Kedua aplikasi tersebut adalah aplikasi perkantoran atau office dan aplikasi web browser untuk melakukan surfing di Internet. Ada juga yang menggunakan komputer untuk multimedia dan design. Kita bisa memulai dengan menggantikan ketiga aplikasi ini dari yang semula menggunakan aplikasi prorietary dengan aplikasi berbasis open source yang free.

Misalkan saja sistem operasi yang kita gunakan saat ini adalah Microsoft Windows dan aplikasi office yang digunakan adalah Microsoft Office. Microsoft Office tidak dapat dipungkiri keberadaannya sebagai aplikasi office yang paling banyak digunakan. Hampir bisa dipastikan setiap kali seseorang ingin menyusun laporan ataupun naskah akan menggunakan Microsoft Word, dan bila akan membuat laporan keuangan sederhana maupun tabel, Microsoft Excel yang akan dijadikan pilihan tunggal. Belum lagi ketika dihadapkan pada tugas membuat slide presentasi, pasti tidak akan lepas dari aplikasi Microsoft Power Point.

Sebenarnya kita dapat mulai menghilangkan ketergantungan kita terhadap aplikasi office prorietary ini dengan menggunakan aplikasi office yang berbasis open source. Salah satu aplikasi office berbasis open source yang mengalami perkembangan pesat dan banyak digunakan adalam Libre Office. Bebeda dengan aplikasi prorietary seperti Microsoft Office, kita dapat mendownload aplikasi ini secara gratis. Anda bisa mendownload aplikasi ini di http://www.libreoffice.org/. Libreoffice ini bisa digunakan di Macintosh, Windows dan GNU/Linux. Jadi kalau Windows Anda asli, gunakan aplikasi ini saja.

Untuk menyusun laporan ataupun membuat tulisan, kita tidak harus lagi tergantung dengan aplikasi Microsoft Word, karena di Libre Office sudah terdapat aplikasi pengolah kata yang sangat handal bernama Libreoffice Writer. Tulisan ini juga dibuat dengan menggunakan Libreoffice Writer sebagai aplikasi pengolah kata.

Dalam dunia desainer. Kita bisa mengganti aplikasi Coreldraw dengan Inkscape, aplikasi Inkscape tidak jauh beda dengan Coreldraw. Hasil dari Inkscape bisa dilihat di:

Multiple-author galleries



Single-author galleries




JIka Anda sering edit foto menggunakan Photoshop. Mulai sekarang Anda bisa menggunakan Gimp. Gimp bisa diunduh di http://www.gimp.org/. Gimp ini juga bekerja di sistem operasi lain seperti Linux dan Macintosh. Berikut beberapa hasil dari Gimp (hasilnya tidak kalah dengan Photoshop):

  • http://gimpgallery.net/en/gallery


Selain Inkscape dan Gimp (Pengolah gambar Vektor dan Bitmap) ada juga yang paling menarik menurut saya yaitu Blender 3D. Blender 3D juga bisa digunakan oleh Multi platform. Blender 3D dapat Anda download di http://www.blender.org/. Berikut beberapa hasil dari Blender 3D:

  • http://cgcookie.com/blender/gallery/

  • Fitur

  • Galeri gambar

  • Animasi

  • http://www.blendswap.com/


Hasil dari aplikasi opensource tersebut mayoritas dilisensikan di Creative Commons. Creative Commons adalah situs yang menyediakan berbagai macam lisensi. Tetapi yang paling sering digunakan adalah Copyleft (kebalikan dari Copyright) yang mengijinkan kita mengcopy, menggunakan, menyebarluaskan, dengan atau tanpa mencantumkan sumber. Sungguh dunia opensource begitu mulianya. Tetapi jangan khawatir, kita juga bisa menggunakan hasil dari aplikasi - aplikasi free ini untuk dijual.

Jadi tunggu apa lagi? Hapus semua aplikasi berbau Serial Number, Crack, Hack, dsb dan mulai menggunakan Software yang Legal. Jika ada teman - teman yang kesulitan masalah Migrasi dari Proprietary ke Free. Silahkan meninggalkan komentar. Go open source Indonesia. :D

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Internet / other dengan judul Perangi pembajakan software dari diri kita sendiri. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://bisidamuda.blogspot.com/2011/12/perangi-pembajakan-software-dari-diri.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Bisidamu

Belum ada komentar untuk "Perangi pembajakan software dari diri kita sendiri"

Post a Comment